Postingan

Aku, Kau, dan Kita yang Pirau

Aku, Kau, dan Kita yang Pirau Oleh: Dayiramr Kau benar, Tuan Kota ini tidak pernah sunyi, Bahkan setelah purnama berulang kali terlewati, kota mati ini tak pernah berhenti memutar cerita tak bertajuk yang bahkan kini sudah busuk. Lagu rindu mengalun merdu, dan bisakah kita menari di bawah rintikan hujan nan syahdu. Dan kemudian diantara kuplet-kuplet duka lara yang kita baca, kau mengajakku bertaruh; siapakah di antara kita yang paling tangguh dalam mengemban asmara? Kukatakan: aku, Tuan! akulah yang paling tangguh untuk urusan itu! Kau tersenyum setengah riang, diantara suara regukan nafasmu yang tercekik keraguan.  Tidak! Kau berkata tidak sedikitpun meragu perihal cintaku, rinduku, ataupun tabahku. Lantas soal apa lagi, Tuan? Dan hari itu, kau milih untuk memperlihatkan semuanya. pada doa-doa yang kau kirimkan untuk batara, rupanya tak sedikitpun kau selipkan namaku di dalamnya. Mungkin itu sebabnya, meski semesta riang bertepuk tangan, kereta kita tiada pernah sampai tujuan. —...
Postingan terbaru